CALIFORNIA - Bencana besar di dunia internet
terjadi; yakni kebocoran data besar-besaran dari sebagian besar situs di
seluruh dunia. Kebocoran data ini bisa berakibat pada pencurian data ataupun
uang di seluruh dunia.
Heartbleed, begitulah nama kerusakan sistem yang menimbulkan bencana internet
tersebut. Pada intinya, Heartbleed adalah pengungkapan
berbagai informasi di seluruh dunia.
Ini semua bermula pada sebuah celah keamanan
pada piranti lunak yang digunakan oleh hampir seluruh situs di seluruh dunia.
Piranti lunak tersebut bekerja untuk mengubah data menjadi kode-kode berupa
angka dan huruf secara acak agar tak bisa terbaca oleh seseorang yang ingin
melakukan peretasan, biasa disebut enkripsi.
Situs yang menggunakan enkripsi datanya ditandai
oleh tanda gembok di kotak alamat di browser. Bahkan tiap situs
yang menggunakan piranti lunak tersebut dipastikan terinfeksi Heartbleed,
dan bisa diretas dengan mudah.
"Ini mungkin adalah bug (kecacatan sistem)
terburuk yang pernah ada di internet," kata Matthew Prince, CEO perusahaan
layanan proteksi website CloudFlare. "Jika seminggu dari sekarang kita
melihat sebuah kriminalitas dari pencurian akun finansial dalam jumlah besar,
kita tak akan kaget lagi," lanjutnya.
Sudah lebih dari dua tahun yang lalu, Heartbleed bisa
memberikan celah bagi siapa saja untuk mengeksploitasi sebuah situs dengan
protokol OpenSSL. Celah ini memberi kesempatan bagi penjahat siber
untuk mengintai pengguna komputer yang mengakses situs terinfeksi Heartbleed,
selama ia masih terkoneksi ke internet. Ini dikenal dengan ekstensi Heartbeat.
Tapi sinyal berbahaya dari Heartbeat bisa memaksa pembocoran
data untuk mengungkap informasi rahasia yang tersimpan di memori.
Dan kemungkinan kejahatan yang bisa dilakukan
adalah pencurian username dan password. Penjahat
siber bisa menggunakan username dan password tersebut
untuk menyalahgunakan sebuah akun layanan tertentu. Yang lebih buruk, pengguna
tak pernah tahu kalau akunnya diretas oleh seseorang. Demikian seperti
dilansir CNN, Senin (15/4/2014).
Melihat kejadian atau hal tersebut,
sebagai pengguna internet, kita diharuskan untuk berhati - hati dalam
mempublikasikan data pribadi ke internet, ataupun menggunakan kartu kredit kita
untuk transaksi online di internet. Fenomena Heartbleed ini
patut kita waspadai, karena banyak sekali situs di dunia maya yang mungkin
sering kita gunakan/kunjungi yang katanya terjangkit Heartbleed ini.
Sumber: Di sini
0 comments:
Post a Comment