Stand-up
comedy adalah seni melawak (komedi) yang disampaikan di depan penonton secara
live. Sang komedian atau yang biasa disebut dengan comic biasanya tampil
beberapa menit. Awal mula perkembangan stand up comedy ini berasal dari Amerika
yaitu sekitar tahun 1800-an bentuknya teater, dan teater yang terkenal pada
saat itu adalah The Minstral Show yang diselenggarakan oleh Thomas Dartmouth
Rice atau biasa dipanggil Diddy.
Stand up comedy di Amerika memulai pesonanya sebelum perang
saudara (civil war) yang terjadi disana, acara ini disuguhkan dengan
lawakan yang sangat simpel tetapi mendapatkan animo yang sangat baik dari
masyarakat terutama masyarakat kalangan atas. Namun sayangnya para comic
seringkali melawak dengan unsur rasial yang sangat kental, bahkan hingga
meng-hitamkan mukanya untuk mengejek orang berkulit hitam.
Orang yang sangat berpengaruh terhadap Stand Up Comedy di
Amerika adalah Lenny Bruce, nama aslinya adalah Leonard Alfred Schneider.
Lenny Bruce pun yang menginspirasi comic tersohor di Amerika pada saat itu,
George Carlin. Namun di usia 41 tahun tepatnya tanggal 3 Agustus 1966 Lenny
ditemukan meninggal, diduga ia meninggal akibat obat-obatan terlarang.
Sejarah Stand up Comedy hadir di Indonesia diawali
oleh Alm.Taufik Savalas lewat acaranya Comedy Cafe dan Ramon Papana sebagai
pemilik Comedy Cafe yang sekarang dinobatkan sebagai Bapak Stand Up Comedy
Indonesia. Namun acara ini tidak booming mungkin karena masyarakat belum
mengerti apa maksud dari acara tersebut dan Stand Up Comedy masih terdengar
asing di telinga masyarakat Indonesia. Stand up Comedy masih kalah pamor dengan
Srimulat dan Ngelaba pada saat itu. Tetapi perjalanan Stand Up Comedy di
Indonesia tidak berakhir sampai disitu, para komedian-komedian kenamaan seperti
Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika, dan Abdel Achrian ikut berpartisipasi dalam
kemajuan Stand Up Comedy di Indonesia. Dan imbasnya lihatlah sekarang, Stand Up
Comedy menjamur dikalangan masyarakat, dari level kafe sampai televisi swasta.
Menjadi Stand Up Comedian bukan hanya mengandalkan bakal
melawak asli, melainkan ada teknik-teknik ber-Stand Up Comedy. Diantaranya
adalah :
Act-Out : Gerakan tubuh atau mimik muka yang
dilakukan oleh seorang comic dalam penampilannya.
Angle : Pandangan seorang comic terhadap
suatu subjek.
Blue
Material :
Bahan yang mengandung usur "jorok".
Callback : Sebuah joke yang
mengacu pada joke lain yang disajikan sebelumnya.
Catch
Phrase :
Frasa atau ucapan umum yang diucapkan dengan gaya khusus dan menjadi trademark comic tersebut.
Chunk : Serangkaian jokes dengan tema
tertentu.
Closing
Line :
Joke terakhir dalam sebuah penampilan yang biasanya mengundang tawa yang hebat.
Deadpan : Sebuauh format penampilan seorang
comic dimana jokes yang disampaikan tanpa pergantian emosional atau bahasa
tubuh.
Delivery : Cara seorang comic menyampaikan apa
yang ingin dia katakan.
Hammocking : Teknik untuk menempatkan materi yang
agak lemah diantara dua materi yang kuat.
Impressionist : Comic yang mengkhususkan diri
menirukan gaya atau tingkah orang yang terkenal.
Riffing : Komentar bolak balik dengan penonton
yang spontan.
Street
Jokes :
Lelucon umum yang sudah sangat sering diceritakan.
Tag/Tagline : Kalimat singkat yang dikatakan comic
setelah punchline.
Take : Reaksi muka seorang Comic,diam
sejenak untuk memancing tawa.
Sebuah materi stand-up comedy boleh jadi lucu, diksi
membuatnya lebih tajam. Saat melempar punchline (bagian lucu dari sebuah
lelucon) pilihlah kata yang yang mudah dipahami, kalau bisa nyeleneh atau
bahkan kontroversial.
Dalam masalah penampilan, pertunjukan ini bisa
dikatakan tidaklah terlalu ribet mengaturnya. Begitu sederhananya bentuk
pertunjukan ini sampai - sampai seorang komedianpun bisa tampil meski dengan
hanya memakai t-shirt dan celana pendek. Meski demikian,
tetaplah tidak mudah untuk menjadi pelaku Stand Up Comedy. Selain faktor
"harus bisa melucu", tekanan mental juga pasti akan hadir selama
penampilan. Jika lelucon yang diberikan tidak dimengerti atau bahkan tidak
dianggap lucu, para penonton tentu tidak akan tertawa dan yang lebih parah
mereka malah mencibir komedian yang tampil.

0 comments:
Post a Comment